Selasa, 11 Oktober 2016

SANGAIT (BUSUR PANAH PUSAKA) DI OHOI UR PULAU UNTUK METI KEI DARI OHOI UR PULAU

 SANGAIT (BUSUR PANAH PUSAKA) DI OHOI UR PULAU.

Pada zaman dahulu kala moyang marga Wirin dan Rumheng membawa sebuah busur dan anak panah pusaka (Sangait) dari tempat yang jauh yaitu dari India.
Busur panah pusaka ini memiliki kekuatan gaib  karena dapat membunuh banyak musuh dalam sekejap mata sehingga  dikenal juga  sebagai senjata pemusnah masal. Fungsinya adalah sebagai alat perang yang dipakai untuk menumpas kejahatan, angkara murka serta tindakan kesewenang-wenangan. Sangait adalah alat perang pusaka yang digunakan oleh marga Wirin dan marga Rumheng pada zaman dulu kala untuk mempertahankan diri  terhadap  perlawanan dari  pihak musuh atau membantu orang lain yang dalam  keadaan susah serta datang meminta bantuan dari mereka.
Busur panah pusaka yang terdiri dari sebuah busur dan 5 (lima) buah  anak panah ini  mempunyai kemiripan seperti busur panah pusaka dari India.
Keunikan dari Sangait yaitu bila dalam suatu peperangan atau pertempuran  dan anak panah Sangait ini dilepaskan dari busur (induknya) maka anak panah tersebut akan kembali lagi  ke induknya setelah  melenyapkan semua musuh.
Keunikan yang kedua dari sangait yaitu bila dalam peperangan dan anak panah  sangait dilepaskan maka penghalang apapun yang di depan akan dihancurkan. Sangait juga  dapat menembus batu, tanah, besi,air bukit dan gunung.
Dalam setiap peperangan sebelum anak panah Sangait dilepaskan harus ada pesanan dari yang melepaskan anak panah tersebut bahwa apakah semua musuh dilenyapkan  atau ada yang dibiarkan hidup.  Semuanya tergantung dari pesanan dari yang melepaskan anak panah Sangait tersebut. Sangait tidak digunakan sembarangan tetapi digunakan hanya pada kondisi-kondisi yang mendesak. Setelah peperangan maka Sangat harus dibersihkan dengan membaca mantra-mantra khusus lalu disimpan kembali pada tempatnya. Tidak boleh ada sombar atau bayangan manusia terutama perempuan yang sampai mengena Sangait tersebut.
Busur panah pusaka ( Sangait ) sejak dari leluhur telah digunakan dalam banyak peperangan yaitu perang antara Leluhur Ur Pulau melawan Orang Papua di Sebelah Barat Ur Pulau  yang dimenangkan oleh leluhur dari Ur Pulau, Kisah terjadinya hubungan  Pela antara Suku Kei dan Suku Seram  lewat terbunuhnya manusia Raksasa di Pulau Seram oleh Raja Tavu Rat dari Ur Pulau, Fun Batar atau  Perang di Pantai Rumheng Ohoi Faan dimenagkan oleh orang Faan karena dibantu oleh leluhur dari Ur Pulau, Perang di Tayando El yang dimenagkan oleh oramg Tayando Yamtel karena dibantu oleh leluhur Ur Pulau, Perang di Den Kot Varat  melawan Bal Manlain yang dimenangkan oleh leluhur dari Ur Pulau, perang Mu u Fun Fit antara Somlain dan Ohoiren melawan Ohoira  yang dimenangkan oleh  Somlain dan Ohoiren karena dibantu oleh leluhur dari Ur Pulau  dan lain-lain.    
 Busur panah pusaka tersebut sekarang masih tersimpan di rumah tua Rahan Larwa dan dijaga oleh Bapak Titus J. Wirin di Ohoi Ur Pulau.
Demikian cerita rakyat dari Ohoi Ur Pulau Kecamatan Kei Kecil Barat Kabupaten Maluku Tenggara.  Semoga bermanfaat.


                                                                 ----------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar